Wisata

Desa Pengotan Kecamatan Bangli Kabupaten Bangli adalah sebuah desa beriklim sejuk karena berada di daerah perbukitan. Iklim yang sejuk sungguh cocok untuk dijadikan tempat tujuan wisata atau berlibur. Ditambah Desa Pengotan ini adalah sebuah desa bali aga, jadi terdapat budaya Bali yang masih asli di desa ini. Berikut kami berikan tempat berlibur yang cocok untuk dikunjungi ketika anda berada di Desa Pengotan.

1. Bali Woso

Bali Woso merupakan sebuah tempat berkemah di Desa Pengotan. Tempat ini menyuguhkan pemandangan yang asri. Untuk mencari Bali Woso dari jalan raya, anda akan melewati persawahan masyarakat lokal dan juga jalan tanah. Jadi, suasana desa akan semakin terasa ketika anda akan pergi ke Bali Woso. Di Bali Woso terdapat 10 tenda yang kapasitasnya hingga 10 orang. Pada malam hari anda akan tidur di sini dengan tenda yang tertutup rapat karena udaranya akan benar-benar dingin.  Untuk hiburan, ada game keakraban, futsal dan juga berjalan-jalan mengelilingi komplek Bali Woso.

media6  media5

Gambar Bali Woso

2. Desa Tradisional

Terdapat sebuah komplek rumah asli masyarakat Bali Aga yang berjejer di kiri dan kanan jalan. Rumah-rumah ini merupakan rumah tua dengan arsitektur khas Bali Aga serta berumur tua. Aroma Bali Aga sangat terasa di sini dengan pemandangan yang asri. Anda bisa mengelilingi desa tradisional ini dengan berjalan kaki sambil mengambil beberapa foto.

media3

Gambar Desa Tradisonal

3. Bersepeda mengelilingi desa

Ini adalah sebuah kegiatan yang cocok untuk anda yang gemar bersepeda melewati medan berat. Karena di Desa Pengotan berada di perbukitan, maka terdapat banyak tanjakan serta turunan apabila anda lebih masuk ke pedalaman Desa Pengotan. Bagi pecinta sepeda, maka Desa Pengotan adalah sebuah tempat yang cocok untuk dicoba, terlebih lagi pesona alamnya yang masih belum tercemar aroma modern. Anda akan bersepeda melewati jurang, jalan batu, jalan tanah dan hutan bambu.

media2    galeri3


Gambar bersepeda dan treknya

4. Nikah Massal

Terdapat sebuah tradisi yang unik di Desa Pengotan ini yang merupakan tradisi turun temurun dari leluhur terdahulu yaitu nikah massal. Nikah masal dilakukan dua kali sesuai penanggalan Bali dalam setahun. Upacara ini biasanya digelar pada sasih kapat (bulan keempat) dan sasih kadasa (bulan kesepuluh). Suasana akan sangat ramai ketika diadakan nikah massal di Desa Pengotan. Bahkan pernah menikahkan hingga 70 pasangan dalam sekali kegiatan nikah massal di Desa Pengotan ini. Dalam aturannya, setiap diadakan nikah massal harus memotong sekurang-kurangnya 1 ekor sapi. Namun, dahulu setiap pasangan harus memotong 1 ekor sapi, jadi prosesi nikah massal ini memakan banyak dana dan waktu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s